Rabu, 13 Januari 2016

Mengatur DHCP Server MikroTik dengan Menggunakan Winbox

Pagi hari ini, saya akan memberikan tutorial cara mensetting DHCP Server dengan menggunakan WinBox tentunya. Tapi, tahapan yang saat ini saya berikan tidak sama dengan tahapan kemarin (jadi IP Address berbeda dan mungkin bisa di bilang lebih complexkarena pada pertemuan ini saya langsung mempraktekkannya dengan RouterBoard Mikrotik, Switch dan Access Point merk TP-Link untuk digunakan membuat jaringan dirumah saudara (dengan bimbingan ahlinya tentunya hehe)). 

Apa itu Winbox?
Winbox adalah sebuah utility yang digunakan untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI. Winbox memudahkan kita dalam mengkonfigurasi mikrotik karena dalam penggunaannya, kita tidak harus menghafal command yang ada pada terminal seperti yang telah digunakan pada artikel sebelumnya. Karena pada dasarnya, Winbox berfungsi untuk mengkonfigurasi MikroTik dengan user interface yang mudah dalam penggunaanya (bahkan untuk yang baru belajar jaringan seperti saya hehe)

Setelah dijelaskan apa itu Winbox, marilah kita langsung menuju tutorial utama pada artikel ini.

Pada tahapan awal, kita jalankan terlebih dahulu VirtualOS Mikrotik yang sebelumnya kita install dengan menggunakan VirtualBox Oracle. Jika sudah running sistem MikroTiknya, tahapan selanjutnya adalah membuka winbox, kemudian search dengan klik logo ... (Lihat contoh dibawah). setelah ketemu, klik yang dibagian bawah MAC Address kemudian klik Connect.





dibawah ini adalah tampilan dasar Winbox yang saya gunakan






Maka akan muncul pop up seperti dibawah. Maksud dari gambar dibawah ini adalah, kita menentukan terlebih dahulu, mana yang akan kita jadikan server DHCP. kita bisa pilih Access Point ataupun Switch tapi jangan Modem. Sebagai contoh saya pilih "ether2" yaitu Access Point. Jika sudah, klik Next


dibawah ini adalah tahap kita menentukan ip dhcp server. Secara default, IP dhcp server akan mengarah kepada IP Access point, jika server dhcp yang sebelumnya dipilih adalah Access Point (ip AP : 192.63.0.1/29). Kita bisa gunakan ip default dari dhcp server


Tahapan dibawah ini adalah tahapan menentukan range IP yang dapat digunakan olehclient. Kita isikan saja192.63.0.2-192.63.0.6 (Karena 192.63.0.1 telah terpakai oleh server, jadi 192.63.0.1 tidak dapat digunakan kembali dan Kenapa 192.63.0.6 ? karena saya menginginkan jaringan saya digunakan tidak lebih dari 6 device agar lebih cepat speed jaringannya. misal : 192.63.0.x huruf "x" dapat diganti dengan sesuka kalian). Klik Next jika sudah


kemudian tahapan selanjutnya menentukan DNS server. Kita isikan saja DNS milik Google 8.8.8.8 kemudian klik Next



Tahapan selanjutnya menentukan "Lease Time". Apa itu lease time ? gampangnya, lease time itu waktu peminjaman IP untuk digunakan disatu device atau pengguna. Maka dari itu jangan isi terlalu lama, menurut saya maksimal lease timenya adalah 1d atau 1 hari saja.



Selesai sudah tahapan mengkonfigurasi DHCP Server. Namun, Mikrotik masih belum bisa digunakan untuk internetan. Karena DNS dan gateway masih belum disetting ke gateway modem (internet). InsyaAllah akan saya update tutorial mengkonfigurasi gateway dan dns agar dapat digunakan untuk internetan. 
Sekian dulu tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan jika ada kesalahan silahkan diberitahu kepada saya melalui kolom komentar untuk dilakukan perbaikan tutorial. Terima kasih dan sampai jumpa.

salam blogger 

Tutorial Setting Access Point TP-LINK

Pada malam ini saya akan memberikan tutorial cara setting access point TP-LINK.

Sebelum masuk ke tutorial, apa sih "Access Point" itu?

Pengertian Access Point

Jadi.. secara umum, Access Point adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyambungkan alat-alat wireless ke sebuah jaringan berkabel (wired network) menggunakan wifi, bluetooth dan sejenisnya. Wireless Access Point digunakan untuk membuat jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) ataupun untuk memperbesar cakupan jaringan wifi yang sudah ada (menggunakan mode bridge). setelah kita ketahui pengertian dari access point, pertanyaaan selanjutnya adalah. Apa sih fungsi dari Access Point?

Fungsi Access Point

Fungsi dari Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. 


Setelah kita mengetahui pengertian, fungsinya,  dan beberapa macam merk access point, selanjutnya mari kita langsung menuju Cara Setting Access Point TP-Link.

  • Pertama seting dulu alamat IP komputer kita,sesuaikan dengan alamat IP pada Access Point milik kita. ( biasanya alamat ip tersebut terletak di bawah AP )
  • Setelah setting alamat IP, lagkah selanjutnya yaitu membuka browser ( Internet Exploler,Mozilla Firefox,dll ). 
  • Masukan IP tersebut pada address browser
  • Setelah itu kamu diminta memasukan User Name, dan Passwordnya
  • " User name, dan password biasanya terletak sama dengan alamat ip "
  •  masuk ke tampilan system Access Point
  • masuk ke menu Wirelss-->Wireless Setting
  • Ganti Operation Mode menjadi "Client"
  • Masukan SSID ( nama Hotspot ) tersebut
  • Ganti Region dengan Indonesia
  • Channel Width boleh diganti ataupun tidak
  • Kik survey untuk melihat hotspot yang tersedia
  • pilih nama hotspot dan klik "Connect"
  • Simpan ( save ) setting yang telah kita buat tersebut lalu Reboot AP kamu

dan sekarang AP kamu sudah bisa jadi penerima sinyal hotspot,
kamu bisa connect internet jika IP nya disetting Automatic ( DHCP )
Jika IP Hotspotnya tidak DHCP maka kamu harus seting secara manual, yakni :
  • Klik Start-->Control Panel-->Network Connection-->Local Area Network
  • Pilih Proprties
  • Lalu Pilih Internet Protocol (TCP/IP)
  • Pilih yang IPv4 ya, jangan yang IPv6
  • Lalu Masukan alamat IPnya
  • Klik OK
Selesai sudah tutorial setting access point TP-LINK. semoga tutorial ini bermanfaat bagi sobat.

Setting MikroTik dengan VirtualBox

Pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang Tutorial Cara Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard dengan VMWareKali ini hampir sama sebenarnya masih membahas tentang Cara Belajar Mikrotik Tanpa RouterBoard namun bukan menggunakan VMWare melainkan VirtualBox. Oya, sebelumnya saya jelasin dulu apa itu VMWare dan VirtualBox. Jadi kedua software ini dapat menjalankan sistem operasi secara virtual didalam sistem operasi di PC/laptop kita. Misalnya kita mau jalanin Linux Ubuntu di Windows 7 PC kita. Udah ngerti kan?

Sekarang saya coba jelaskan kenapa kali ini saya menggunakan VirtualBox bukannya VMWare. Alasannya yaitu karena kelebihan VirtualBox daripada VMWare :
1. VirtualBox itu Software GRATIS, Sedangkan VMWare Workstation Tidak
2. VirtualBox lebih simpel dan mudah digunakan
3. VirtualBox lebih enteng dibandingkan VMWare
4. Dll, Dsb, Dst.

Oke, sekarang saya coba jelaskan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Disini kita menggunakan VirtualBox untuk menjalankan RouterOS Mikrotik dan Windows XP secara virtual. Tujuannya adalah agar kita tetap bisa belajar dan oprek-oprek Mikrotik tanpa harus punya RouterBoard nya. Hal ini saya lakukan karena saya lagi ada tugas negara dan tidak bawa RouterBoard Mikrotik. Jadi kalo mau experimen kan susah. Oleh karena itulah saya coba pakai Virtual Machine ini. 

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar topologi yang akan kita bangun berikut ini

:


Hal yang kita butuhkan adalah :
1. PC/Laptop yang terkoneksi ke Internet. Mau konek pake Modem, Wifi, atau lainnya terserah anda. 
2. Software VirtualBox terbaru,
3. File Installer RouterOS Mikrotik, 
4. File Installer (ISO) Windows XP, Silakan sendiri ya. Googling aja 


Disini saya menggunakan Windows XP supaya lebih gampang konfigurasinya. Selain itu juga lebih enteng dan cepet loadingnya. Kalau anda mau pake windows lain silakan saja. Atau mau pake Linux juga ga masalah. Tapi disini saya contohkan caranya menggunakan Windows XP SP3.

Langsung saja, langkah-langkah nya sebagai berikut.
Langkah Instalasi :
1. Silakan Download dan Install VirtualBox nya
2. Buat VM baru untuk Windows XP, sesuaikan resource (RAM, Harddisk) dengan spek PC anda
3. Boot VM tersebut dengan installer Windows XP (ISO)
4. Jalankan VM Win XP nya --> Lakukan proses instalasi Win XP sampai selesai
5. Buat VM baru untuk Mikrotik --> Lakukan hal yang sama seperti pada Win XP
6. Boot VM tersebut dengan installer RouterOS Mikrotik (ISO)
7. Jalankan VM Mikrotik nya --> Lakukan proses Instalasi Mikrotik RouterOS sampai selesai 

Langkah Konfigurasi Jaringan :
Sesuai dengan topologi di atas, kita gunakan 2 Ether pada Mikrotik. 
Ether1 untuk koneksi ke Client (Host-only) --> IP address 10.10.10.2/24
Ether2 untuk koneksi ke Internet (NAT) --> IP address otomatis dari DHCP Client

Lebih jelasnya silakan lihat Video Tutorial berikut ini :
videonya ada bawah ini




Oke, Semoga ini bermanfaat. Selamat mencoba. :)

Rabu, 07 Oktober 2015

Jenis Jaringan Modern (WIRELESS)



JENIS JARINGAN MODERN 
(WIRELESS)


Dosen Pengampu 
Septia Lutfi

oleh : 
Wardiman Joyonegoro
1102413005



Pengertian
Perkembangan jaringan dan Internet yang spektakuler memberikan dampak yang sangat besar terhadap perusahaan dalam berbagai jenis dan ukuran. Teknologi wireless yang baru semakin memudahkan perkembangan kemampuan jaringan, Internet, dan intranet bagi para pekerja mobile, lokasi-lokasi terpencil dan berbagai fasilitas temporer. Wireless Networking semakin memperluas jangkauan dan kemampuan jaringan komputer. Teknologi-teknologi baru menjadikan wireless networking sebagai suatu cara yang memungkinkan pelayanan akses berkecepatan tinggi dan handal bagi jaringanjaringan komputer dan Internet. Terdapat dua metode dasar wireless networking yaitu cahaya (laser dan infra merah) dan radio. Keduanya memiliki spesifikasi dan kegunaan yang berbeda


Terdapat fasilitas keamanan dalam spread spectrum karena data dibagi pada saat masuk saluran. Akan tetapi, saluran berikutnya IS dikodekan pada paket sebelumnya. Untuk menanggulanginya dapat digunakan teknik-teknik enkripsi. Oleh karena daerah frekuensi bebas, tidak ada hambatan untuk menggunakannya. Namun, ini berakibat pada keterbatasan kemampuan yang akhirnya membatasi daerah frekuensi, dengan semakin luas jangkauan, semakin besar hilangnya sinyal. Licensed Bandwidth Licensed Bandwidth hampir serupa dengan memulai stasiun radio anda sendiri. Terdapat faktor penghambat dalam mendaftarkan suatu frekuensi yaitu adanya
keterbatasan frekuensi. Keunggulan utamanya adalah batasan daya lebih kurang dan semakin jauhnya jarak yang dapat dihubungkan. Teknologi microwave digunakan untuk aliran yang besar. Microwave merupakan alat yang kurang sensitif terhadap gangguan temporer, seperti hujan. Ia juga memiliki jangkauan yang sangat jauh yang hanya dibatasi oleh daya input dan pandangan. Ia
merupakan metode yang paling umum bagi transfer data ke jarak yang jauh secara cepat dan tanpa kabel.

Aplikasi-aplikasi:
Wireless LAN memberikan akses jaringan terbuka yang wireless dalam kantor, dalam lingkungan pelayanan kesehatan, gudang dan ritel, memungkinkan klien yang mobil mengakses server jaringan.

Wireless WAN menghubungan dua lokasi dengan kecepatan 1,6-10 Mbps, mendayagunakan RF spektrum lebar, bilamana jaringan publik tidak tersedia atau terlalu mahal. Sistem wireless WAN merupakan sistem point-to-point menghubungkan jaringan melintasi kota-kota menggantikan infrastruktur publik atau memberikan suatu alternatif terhadap sambungan privat.

Wireless MAN memberikan pilihan jaringan point-to-multipoint. Contoh solusi ini mencakup menghubungkan banyak end-user di kampus atau suatu fasilitas melintasi kota-kota melalui wireless Ethernet. Kecepatan aliran berkisar antara 56K hingga 10 Mbps. Wireless MAN ini mendukung arsitektur jaringan hub dan spoke.

Keuntungan-keuntungan wireless networking:

·  Menawarkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan leased line konvensional.
·  Membutuhkan investasi awal yang rendah dengan pengembalian yang cepat
  dibandingkan biaya-biaya leased circuit.
·  Beroperasi tanpa hardware tambahan seperti router, MUX, CSU, dan DSU.
·  Memungkinkan pemasangan secara cepat tanpa memerlukan biaya besar.
·  Konfigurasi fleksibel memungkinkan pemasangan dan operasi sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Wireless Local Area Network (WLAN)
Teknologi wireless LAN telah semakin populer untuk beragam aplikasi. Setelah mengevaluasi teknologinya, banyak pemakai yakin akan reliabilitasnya, puas terhadap kinerjanya dan telah siap untuk menggunakannya bagi jaringan wireless skala besar dan kompleks. Wireless LAN yang semula dirancang bagi aplikasi dalam kantor, saat ini dapat digunakan pada jaringan peer-to-peer ruang tertutup maupun aplikasi point-to-point dan point-to-multipoint luar ruang. Wireless dapat dirancang agar modular dan sangat fleksibel. Mereka juga dapat dioptimisasi untuk berbagai lingkungan. Sebagai contoh, hubungan point-to-point luar ruang relatif sulit dipengaruhi oleh interferensi dan dapat memiliki kinerja yang lebih tinggi bila perancang meningkatkan dwell time dan meniadakan mekanisme collision avoidance dan fragmentation. Wireless LAN, menggunakan frekuensi radio sebagai sarana transmisinya, memungkinkan workstation dan peralatan portabel untuk mengakses jaringan. Sebuah WLAN terhubung kepada wired LAN yang telah ada, memperluas jaringan ke peralatan mobile computing yang ada. WLAN secara khusus sesuai bagi implementasi dalam bangunan gedung (ketika mobilitas diperlukan), pabrik, pusat kesehatan, atau kampus, dan mereka dapat diadaptasikan untuk implementasi dalam ruang dan ruang luar. The Cell ¾blok pembangun dasar suatu WLAN¾adalah area tempat terjadinya komunikasi wireless dengan jaringan. Area cakupan tergantung pada kekuatan sinyal dan karakteristik fisik lingkungan, misalnya ketebalan dinding. Laptop, PDA, dan workstation yang telah dilengkapi kemampuan wireless, kemudian dapat bergerak di dalam sel ini
dengan akses ke jaringan seolah-olah mereka merupakan bagian Ethernet yang berkabel. Banyak sel dapat dibangun secara overlap yang memungkinkan perluasan cakupan. Pemakai kemudian dapat berhubungan dengan setiap sel tanpa ada interupsi aliran data.


Setiap sel wireless LAN memerlukan manajemen komunikasi dan lalu lintas. Hal ii dikoordinasikan oleh sebuah Access Point (AP) yang berkomunikasi dengan setiap stasiun wireless dalam area cakupannya. Stasiun-stasiun juga berkomunikasi satu sama lain melalui AP, sehingga stasiun komunikasi dapat bersembunyi dari yang lain. Dengan cara ini, AP berfungsi sebagai
relay, memperluas daerah sistem. AP juga berfungsi sebagai sebuah bridge antara stasiun-stasiun wireless dan wired network dan sel wireless yang lain. Menghubungkan AP ke backbone atau sel wireless lain dapat dilakukan dengan kabel atau dengan hubungan wireless yang lain, menggunakan wireless bridges. Jangkauan sistem dapat diperluas dengan meng-cascade beberapa
sambungan wireless satu dengan yang lain. WLAN memperluas jangkauan jaringan berkabel¾menyediakan konektivitas ke jaringan tersebut yang sebelumnya tidak ada. Ketika para pekerja, yang menggunakan klien mobile seperti lap top, PDA, atau workstation mobile dalam pabrik atau instalasi sementara, ingin berhubungan dengan server jaringan, wireless memungkinkan akses yang lancar ke Ethernet berkabel. Implementasi WLAN dapat pula digunakan dalam bangunanbangunan yang menghadapi kendala perkabelan, seperti struktur sejarah, lantai ruangterbuka, atau bangunan dengan ruang tertutup (sealed room). Terdapat dua pilihan utama bagi WLAN ini yaitu sistem berdasarkan radio dan sistem berdasarkan sinar infra merah.

LAN berbasis radio
LAN berbasis radio dapat dirancang untuk beroperasi pada frekuensi tetap atau menggunakan teknik yang disebut spread spectrum. Sistem frekuensi tetap memerlukan ijin dari FCC. Sistem spread spectrum beroperasi menggunakan salah satu dari dua teknologi CDMA, yaitu frequency hopping atau direct sequence coding. Tujuan keduanya adalah sama yaitu menyebar energi radio di atas spektrum frekuensi yang luas. Frekuensi ini terbagi ke dalam salah satu dari tiga gelombang berikut ini :

·  902-928 MHz
·  2,4-2,4835 GHz
·  5,725-5,825 GHz

Operasi dalam gelombang ini tidak memerlukan ijin FCC selama tenaga yang keluar tidak melebihi 1 watt.
Konsep spektrum tersebar frequency hopping relatif mudah dipahami yaitu gelombang frekuensi yang dialokasikan dibagi menjadi potongan-potongan frekuensi diskrit. Transmiter mengganti frekuensi dalam pola acak selama pembagian setiap
potongan. Setiap pemakai mengikuti urutan frequency hopping yang berbeda, dengan demikian kapabilitas CDMA dicapai. Konsep direct sequence coding agak sulit untuk dipahami. Pada kenyataannya, urut acak dari derau bit-bit dikombinasikan dengan bit data untuk menghasilkan sinyal resultan. Urut acak derau berbeda bagi tiap pemakai, dengan demikian dapat menyusun pradigma code division untuk tipe spektrum tersebar ini. Beberapa vendor yang menjadi pemasok utama sistem ini adalah Motorola (system frekuensi tetap), California Microwave, Proxim Inc., O'Neill Communications, Windata (sistem spread spectrum).

LAN berbasis sinar infra merah
Satu-satunya pemasok utama komputer IBM kompatibel bagi LAN berbasis system infra merah adalah BICC Communications. LAN buatan BICC disebut InfraLAN yang didasarkan pada protokol akses token ring 802.5. Suatu unit basis InfraLAN nampaknya
seperti token ring MAU, kecuali bahwa ia mempunyai hanya 6 port yang seharusnya ada 8. Keenam port tersebut mengakomodasikan hingga 6 PC terhubung yang menggunakan kabel standar IBM tipe 1. Dua buah node optikal menyambung ke unit basis. Node ini memberikan standar ring-in, fungsi ring-out dengan unit-unit basis yang berdekatan. Suatu kabel token ring dapat dihubungkan ke unit basis dengan mengkonfigurasikan port 1 atau 6 sebagai ring-in atau ring-out secara respektif. Unit basis dapat dipisahkan hingga 80 kaki dalam lingkungan kantor. Selama infra merah adalah sistem line of sight secara langsung, instalasi node optikal setinggi apapun
layak direkomendasikan pada lingkungan kantor. Sebaliknya, orang-orang yang bergerak di sekitar kantor akan menyebabkan tembakan sinar terblokir dan terjadi kehilangan data.
InfraLAN beroperasi pada 4 Mbps.

Protokol
Pada tahun 1990, IEEE 802 Project membentuk 802.11 Working Group untuk menetapkan standar bagi wireless LAN (protokol IEEE 802.11). Sebagaimana protokol 802.x yang lain, protokol 802.11 mencakup pula MAC dan Physical Layer, Standard yang ada saat ini mendefinisikan sebuah MAC yang berinteraksi dengan tiga buah PHY (yang semuanya berjalan pada 1 dan 2Mbit/s), yaitu :

·  Frequency Hopping Spread Spectrum dalam band 2.4 GHz
· Direct Sequence Spread Spectrum dalam band 2.4 GHz, dan inframerah